Al Qur'an Surah AN-NISAA´ Ayat 1 - 176


4. AN NISA [ 176 ]

1
بÙسْم٠اللَّه٠الرَّحْمَٰن٠الرَّحÙيمÙ

يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا النَّاس٠اتَّقÙوا رَبَّكÙم٠الَّذÙÙŠ خَلَقَكÙمْ Ù…Ùنْ Ù†ÙŽÙْس٠وَاحÙدَة٠وَخَلَقَ Ù…Ùنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ Ù…ÙنْهÙمَا رÙجَالًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا ÙˆÙŽÙ†Ùسَاءً Ûš وَاتَّقÙوا اللَّهَ الَّذÙÙŠ تَسَاءَلÙونَ بÙه٠وَالْأَرْحَامَ Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكÙمْ رَقÙيبًا
1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

2
وَآتÙوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهÙمْ Û– وَلَا تَتَبَدَّلÙوا الْخَبÙيثَ بÙالطَّيÙّب٠ۖ وَلَا تَأْكÙÙ„Ùوا أَمْوَالَهÙمْ Ø¥Ùلَىٰ أَمْوَالÙÙƒÙمْ Ûš Ø¥Ùنَّه٠كَانَ Ø­Ùوبًا كَبÙيرًا
2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

3
ÙˆÙŽØ¥Ùنْ Ø®ÙÙْتÙمْ أَلَّا تÙقْسÙØ·Ùوا ÙÙÙŠ الْيَتَامَىٰ ÙَانْكÙØ­Ùوا مَا طَابَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ النÙّسَاء٠مَثْنَىٰ ÙˆÙŽØ«Ùلَاثَ وَرÙبَاعَ Û– ÙÙŽØ¥Ùنْ Ø®ÙÙْتÙمْ أَلَّا تَعْدÙÙ„Ùوا ÙَوَاحÙدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ Ûš ذَٰلÙÙƒÙŽ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعÙولÙوا
3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

4
وَآتÙوا النÙّسَاءَ صَدÙقَاتÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù†Ùحْلَةً Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ Ø·Ùبْنَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ عَنْ شَيْء٠مÙنْه٠نَÙْسًا ÙÙŽÙƒÙÙ„Ùوه٠هَنÙيئًا مَرÙيئًا
4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

5
وَلَا تÙؤْتÙوا السÙÙ‘Ùَهَاءَ أَمْوَالَكÙم٠الَّتÙÙŠ جَعَلَ اللَّه٠لَكÙمْ Ù‚Ùيَامًا وَارْزÙÙ‚ÙوهÙمْ ÙÙيهَا وَاكْسÙوهÙمْ ÙˆÙŽÙ‚ÙولÙوا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ قَوْلًا مَعْرÙÙˆÙًا
5. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

6
وَابْتَلÙوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ Ø¥Ùذَا بَلَغÙوا النÙّكَاحَ ÙÙŽØ¥Ùنْ آنَسْتÙمْ Ù…ÙنْهÙمْ رÙشْدًا ÙَادْÙَعÙوا Ø¥ÙلَيْهÙمْ أَمْوَالَهÙمْ Û– وَلَا تَأْكÙÙ„Ùوهَا Ø¥ÙسْرَاÙًا وَبÙدَارًا أَنْ يَكْبَرÙوا Ûš وَمَنْ كَانَ غَنÙيًّا ÙَلْيَسْتَعْÙÙÙÙ’ Û– وَمَنْ كَانَ ÙÙŽÙ‚Ùيرًا ÙَلْيَأْكÙلْ بÙالْمَعْرÙÙˆÙÙ Ûš ÙÙŽØ¥Ùذَا دَÙَعْتÙمْ Ø¥ÙلَيْهÙمْ أَمْوَالَهÙمْ ÙَأَشْهÙدÙوا عَلَيْهÙمْ Ûš ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠حَسÙيبًا
6. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

7
Ù„ÙلرÙّجَال٠نَصÙيبٌ Ù…Ùمَّا تَرَكَ الْوَالÙدَان٠وَالْأَقْرَبÙونَ ÙˆÙŽÙ„ÙلنÙّسَاء٠نَصÙيبٌ Ù…Ùمَّا تَرَكَ الْوَالÙدَان٠وَالْأَقْرَبÙونَ Ù…Ùمَّا Ù‚ÙŽÙ„ÙŽÙ‘ Ù…Ùنْه٠أَوْ ÙƒÙŽØ«Ùرَ Ûš نَصÙيبًا Ù…ÙŽÙْرÙوضًا
7. Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

8
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا حَضَرَ الْقÙسْمَةَ Ø£ÙولÙÙˆ الْقÙرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكÙين٠ÙَارْزÙÙ‚ÙوهÙمْ Ù…Ùنْه٠وَقÙولÙوا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ قَوْلًا مَعْرÙÙˆÙًا
8. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

9
وَلْيَخْشَ الَّذÙينَ لَوْ تَرَكÙوا Ù…Ùنْ خَلْÙÙÙ‡Ùمْ Ø°ÙرÙّيَّةً ضÙعَاÙًا خَاÙÙوا عَلَيْهÙمْ ÙَلْيَتَّقÙوا اللَّهَ وَلْيَقÙولÙوا قَوْلًا سَدÙيدًا
9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

10
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ يَأْكÙÙ„Ùونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظÙلْمًا Ø¥Ùنَّمَا يَأْكÙÙ„Ùونَ ÙÙÙŠ بÙØ·ÙونÙÙ‡Ùمْ نَارًا Û– وَسَيَصْلَوْنَ سَعÙيرًا
10. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

11
ÙŠÙوصÙيكÙم٠اللَّه٠ÙÙÙŠ أَوْلَادÙÙƒÙمْ Û– Ù„Ùلذَّكَر٠مÙثْل٠حَظÙÙ‘ الْأÙنْثَيَيْن٠ۚ ÙÙŽØ¥Ùنْ ÙƒÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù†Ùسَاءً Ùَوْقَ اثْنَتَيْن٠ÙÙŽÙ„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø«ÙÙ„Ùثَا مَا تَرَكَ Û– ÙˆÙŽØ¥Ùنْ كَانَتْ وَاحÙدَةً Ùَلَهَا النÙّصْÙÙ Ûš ÙˆÙŽÙ„Ùأَبَوَيْه٠لÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ وَاحÙد٠مÙنْهÙمَا السÙّدÙس٠مÙمَّا تَرَكَ Ø¥Ùنْ كَانَ لَه٠وَلَدٌ Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙنْ لَه٠وَلَدٌ وَوَرÙثَه٠أَبَوَاه٠ÙÙŽÙ„ÙØ£ÙÙ…Ùّه٠الثÙّلÙØ«Ù Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ لَه٠إÙخْوَةٌ ÙÙŽÙ„ÙØ£ÙÙ…Ùّه٠السÙّدÙس٠ۚ Ù…Ùنْ بَعْد٠وَصÙيَّة٠يÙوصÙÙŠ بÙهَا أَوْ دَيْن٠ۗ آبَاؤÙÙƒÙمْ وَأَبْنَاؤÙÙƒÙمْ لَا تَدْرÙونَ Ø£ÙŽÙŠÙّهÙمْ أَقْرَب٠لَكÙمْ Ù†ÙŽÙْعًا Ûš ÙَرÙيضَةً Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ۗ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
11. Allah mensyari´atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

12
ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ Ù†ÙصْÙ٠مَا تَرَكَ أَزْوَاجÙÙƒÙمْ Ø¥Ùنْ لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙنْ Ù„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ وَلَدٌ Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ وَلَدٌ ÙÙŽÙ„ÙŽÙƒÙم٠الرÙّبÙع٠مÙمَّا تَرَكْنَ Ûš Ù…Ùنْ بَعْد٠وَصÙيَّة٠يÙوصÙينَ بÙهَا أَوْ دَيْن٠ۚ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ الرÙّبÙع٠مÙمَّا تَرَكْتÙمْ Ø¥Ùنْ لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙنْ Ù„ÙŽÙƒÙمْ وَلَدٌ Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ وَلَدٌ ÙÙŽÙ„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ الثÙّمÙÙ†Ù Ù…Ùمَّا تَرَكْتÙمْ Ûš Ù…Ùنْ بَعْد٠وَصÙيَّة٠تÙوصÙونَ بÙهَا أَوْ دَيْن٠ۗ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ كَانَ رَجÙÙ„ÙŒ ÙŠÙورَث٠كَلَالَةً أَو٠امْرَأَةٌ وَلَه٠أَخٌ أَوْ Ø£Ùخْتٌ ÙÙŽÙ„ÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ وَاحÙد٠مÙنْهÙمَا السÙّدÙس٠ۚ ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانÙوا أَكْثَرَ Ù…Ùنْ ذَٰلÙÙƒÙŽ ÙÙŽÙ‡Ùمْ Ø´Ùرَكَاء٠ÙÙÙŠ الثÙّلÙØ«Ù Ûš Ù…Ùنْ بَعْد٠وَصÙيَّة٠يÙوصَىٰ بÙهَا أَوْ دَيْن٠غَيْرَ Ù…ÙضَارÙÙ‘ Ûš وَصÙيَّةً Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ۗ وَاللَّه٠عَلÙيمٌ Ø­ÙŽÙ„Ùيمٌ
12. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari´at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

13
تÙلْكَ Ø­ÙدÙود٠اللَّه٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙØ·Ùع٠اللَّهَ وَرَسÙولَه٠يÙدْخÙلْه٠جَنَّات٠تَجْرÙÙŠ Ù…Ùنْ تَحْتÙهَا الْأَنْهَار٠خَالÙدÙينَ ÙÙيهَا Ûš وَذَٰلÙÙƒÙŽ الْÙَوْز٠الْعَظÙيمÙ
13. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

14
وَمَنْ يَعْص٠اللَّهَ وَرَسÙولَه٠وَيَتَعَدَّ Ø­ÙدÙودَه٠يÙدْخÙلْه٠نَارًا خَالÙدًا ÙÙيهَا وَلَه٠عَذَابٌ Ù…ÙÙ‡Ùينٌ
14. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

15
وَاللَّاتÙÙŠ يَأْتÙينَ الْÙَاحÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ù…Ùنْ Ù†ÙسَائÙÙƒÙمْ ÙَاسْتَشْهÙدÙوا عَلَيْهÙÙ†ÙŽÙ‘ أَرْبَعَةً Ù…ÙنْكÙمْ Û– ÙÙŽØ¥Ùنْ Ø´ÙŽÙ‡ÙدÙوا ÙَأَمْسÙÙƒÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙÙÙŠ الْبÙÙŠÙوت٠حَتَّىٰ يَتَوَÙَّاهÙÙ†ÙŽÙ‘ الْمَوْت٠أَوْ يَجْعَلَ اللَّه٠لَهÙÙ†ÙŽÙ‘ سَبÙيلًا
15. Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji , hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.

16
وَاللَّذَان٠يَأْتÙيَانÙهَا Ù…ÙنْكÙمْ ÙَآذÙوهÙمَا Û– ÙÙŽØ¥Ùنْ تَابَا وَأَصْلَحَا ÙَأَعْرÙضÙوا عَنْهÙمَا Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحÙيمًا
16. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

17
Ø¥Ùنَّمَا التَّوْبَة٠عَلَى اللَّه٠لÙلَّذÙينَ يَعْمَلÙونَ السÙّوءَ بÙجَهَالَة٠ثÙÙ…ÙŽÙ‘ يَتÙوبÙونَ Ù…Ùنْ قَرÙيب٠ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ يَتÙوب٠اللَّه٠عَلَيْهÙمْ Û— وَكَانَ اللَّه٠عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
17. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

18
وَلَيْسَت٠التَّوْبَة٠لÙلَّذÙينَ يَعْمَلÙونَ السَّيÙّئَات٠حَتَّىٰ Ø¥Ùذَا حَضَرَ أَحَدَهÙم٠الْمَوْت٠قَالَ Ø¥ÙÙ†Ùّي تÙبْت٠الْآنَ وَلَا الَّذÙينَ ÙŠÙŽÙ…ÙوتÙونَ ÙˆÙŽÙ‡Ùمْ ÙƒÙÙَّارٌ Ûš Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ أَعْتَدْنَا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابًا Ø£ÙŽÙ„Ùيمًا
18. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

19
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا ÙŠÙŽØ­ÙÙ„ÙÙ‘ Ù„ÙŽÙƒÙمْ أَنْ تَرÙØ«Ùوا النÙّسَاءَ كَرْهًا Û– وَلَا تَعْضÙÙ„ÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù„ÙتَذْهَبÙوا بÙبَعْض٠مَا آتَيْتÙÙ…ÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø¥Ùلَّا أَنْ يَأْتÙينَ بÙÙَاحÙØ´ÙŽØ©Ù Ù…ÙبَيÙّنَة٠ۚ وَعَاشÙرÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ بÙالْمَعْرÙÙˆÙÙ Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَرÙهْتÙÙ…ÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ùَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهÙوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّه٠ÙÙيه٠خَيْرًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا
19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

20
ÙˆÙŽØ¥Ùنْ أَرَدْتÙم٠اسْتÙبْدَالَ زَوْج٠مَكَانَ زَوْج٠وَآتَيْتÙمْ Ø¥ÙحْدَاهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù‚Ùنْطَارًا Ùَلَا تَأْخÙØ°Ùوا Ù…Ùنْه٠شَيْئًا Ûš أَتَأْخÙØ°Ùونَه٠بÙهْتَانًا ÙˆÙŽØ¥Ùثْمًا Ù…ÙبÙينًا
20. Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

21
وَكَيْÙÙŽ تَأْخÙØ°Ùونَه٠وَقَدْ Ø£ÙŽÙْضَىٰ بَعْضÙÙƒÙمْ Ø¥Ùلَىٰ بَعْض٠وَأَخَذْنَ Ù…ÙنْكÙمْ Ù…Ùيثَاقًا غَلÙيظًا
21. Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

22
وَلَا تَنْكÙØ­Ùوا مَا Ù†ÙŽÙƒÙŽØ­ÙŽ آبَاؤÙÙƒÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ النÙّسَاء٠إÙلَّا مَا قَدْ سَلَÙÙŽ Ûš Ø¥Ùنَّه٠كَانَ ÙَاحÙشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبÙيلًا
22. Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

23
Ø­ÙرÙّمَتْ عَلَيْكÙمْ Ø£ÙمَّهَاتÙÙƒÙمْ وَبَنَاتÙÙƒÙمْ وَأَخَوَاتÙÙƒÙمْ وَعَمَّاتÙÙƒÙمْ وَخَالَاتÙÙƒÙمْ وَبَنَات٠الْأَخ٠وَبَنَات٠الْأÙخْت٠وَأÙمَّهَاتÙÙƒÙم٠اللَّاتÙÙŠ أَرْضَعْنَكÙمْ وَأَخَوَاتÙÙƒÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ الرَّضَاعَة٠وَأÙمَّهَات٠نÙسَائÙÙƒÙمْ وَرَبَائÙبÙÙƒÙم٠اللَّاتÙÙŠ ÙÙÙŠ Ø­ÙجÙورÙÙƒÙمْ Ù…Ùنْ Ù†ÙسَائÙÙƒÙم٠اللَّاتÙÙŠ دَخَلْتÙمْ بÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙÙŽØ¥Ùنْ لَمْ تَكÙونÙوا دَخَلْتÙمْ بÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ùَلَا جÙنَاحَ عَلَيْكÙمْ وَحَلَائÙل٠أَبْنَائÙÙƒÙم٠الَّذÙينَ Ù…Ùنْ أَصْلَابÙÙƒÙمْ وَأَنْ تَجْمَعÙوا بَيْنَ الْأÙخْتَيْن٠إÙلَّا مَا قَدْ سَلَÙÙŽ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ غَÙÙورًا رَحÙيمًا
23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

24
وَالْمÙحْصَنَات٠مÙÙ†ÙŽ النÙّسَاء٠إÙلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ Û– ÙƒÙتَابَ اللَّه٠عَلَيْكÙمْ Ûš ÙˆÙŽØ£ÙØ­ÙÙ„ÙŽÙ‘ Ù„ÙŽÙƒÙمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلÙÙƒÙمْ أَنْ تَبْتَغÙوا بÙأَمْوَالÙÙƒÙمْ Ù…ÙحْصÙÙ†Ùينَ غَيْرَ Ù…ÙسَاÙÙØ­Ùينَ Ûš Ùَمَا اسْتَمْتَعْتÙمْ بÙÙ‡Ù Ù…ÙنْهÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙَآتÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø£ÙجÙورَهÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙَرÙيضَةً Ûš وَلَا جÙنَاحَ عَلَيْكÙمْ ÙÙيمَا تَرَاضَيْتÙمْ بÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ بَعْد٠الْÙَرÙيضَة٠ۚ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
24. dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

25
وَمَنْ لَمْ يَسْتَطÙعْ Ù…ÙنْكÙمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكÙØ­ÙŽ الْمÙحْصَنَات٠الْمÙؤْمÙنَات٠ÙÙŽÙ…Ùنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ Ù…Ùنْ ÙَتَيَاتÙÙƒÙم٠الْمÙؤْمÙنَات٠ۚ وَاللَّه٠أَعْلَم٠بÙØ¥ÙيمَانÙÙƒÙمْ Ûš بَعْضÙÙƒÙمْ Ù…Ùنْ بَعْض٠ۚ ÙَانْكÙØ­ÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ بÙØ¥Ùذْن٠أَهْلÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ وَآتÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø£ÙجÙورَهÙÙ†ÙŽÙ‘ بÙالْمَعْرÙÙˆÙÙ Ù…Ùحْصَنَات٠غَيْرَ Ù…ÙسَاÙÙحَات٠وَلَا Ù…ÙتَّخÙذَات٠أَخْدَان٠ۚ ÙÙŽØ¥Ùذَا Ø£ÙحْصÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙÙŽØ¥Ùنْ أَتَيْنَ بÙÙَاحÙØ´ÙŽØ©Ù ÙَعَلَيْهÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù†ÙصْÙ٠مَا عَلَى الْمÙحْصَنَات٠مÙÙ†ÙŽ الْعَذَاب٠ۚ ذَٰلÙÙƒÙŽ Ù„Ùمَنْ خَشÙÙŠÙŽ الْعَنَتَ Ù…ÙنْكÙمْ Ûš وَأَنْ تَصْبÙرÙوا خَيْرٌ Ù„ÙŽÙƒÙمْ Û— وَاللَّه٠غَÙÙورٌ رَحÙيمٌ
25. Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

26
ÙŠÙرÙيد٠اللَّه٠لÙÙŠÙبَيÙّنَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ وَيَهْدÙÙŠÙŽÙƒÙمْ سÙÙ†ÙŽÙ†ÙŽ الَّذÙينَ Ù…Ùنْ قَبْلÙÙƒÙمْ وَيَتÙوبَ عَلَيْكÙمْ Û— وَاللَّه٠عَلÙيمٌ Ø­ÙŽÙƒÙيمٌ
26. Allah hendak menerangkan (hukum syari´at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

27
وَاللَّه٠يÙرÙيد٠أَنْ يَتÙوبَ عَلَيْكÙمْ ÙˆÙŽÙŠÙرÙيد٠الَّذÙينَ يَتَّبÙعÙونَ الشَّهَوَات٠أَنْ تَمÙيلÙوا مَيْلًا عَظÙيمًا
27. Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

28
ÙŠÙرÙيد٠اللَّه٠أَنْ ÙŠÙخَÙÙÙ‘ÙÙŽ عَنْكÙمْ Ûš ÙˆÙŽØ®ÙÙ„ÙÙ‚ÙŽ الْإÙنْسَان٠ضَعÙÙŠÙًا
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

29
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا تَأْكÙÙ„Ùوا أَمْوَالَكÙمْ بَيْنَكÙمْ بÙالْبَاطÙل٠إÙلَّا أَنْ تَكÙونَ تÙجَارَةً عَنْ تَرَاض٠مÙنْكÙمْ Ûš وَلَا تَقْتÙÙ„Ùوا أَنْÙÙسَكÙمْ Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙÙƒÙمْ رَحÙيمًا
29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

30
وَمَنْ ÙŠÙŽÙْعَلْ ذَٰلÙÙƒÙŽ عÙدْوَانًا وَظÙلْمًا ÙَسَوْÙÙŽ Ù†ÙصْلÙيه٠نَارًا Ûš وَكَانَ ذَٰلÙÙƒÙŽ عَلَى اللَّه٠يَسÙيرًا
30. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

31
Ø¥Ùنْ تَجْتَنÙبÙوا كَبَائÙرَ مَا تÙنْهَوْنَ عَنْه٠نÙÙƒÙŽÙÙّرْ عَنْكÙمْ سَيÙّئَاتÙÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ†ÙدْخÙلْكÙمْ Ù…Ùدْخَلًا كَرÙيمًا
31. Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

32
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا Ùَضَّلَ اللَّه٠بÙه٠بَعْضَكÙمْ عَلَىٰ بَعْض٠ۚ Ù„ÙلرÙّجَال٠نَصÙيبٌ Ù…Ùمَّا اكْتَسَبÙوا Û– ÙˆÙŽÙ„ÙلنÙّسَاء٠نَصÙيبٌ Ù…Ùمَّا اكْتَسَبْنَ Ûš وَاسْأَلÙوا اللَّهَ Ù…Ùنْ ÙَضْلÙÙ‡Ù Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠عَلÙيمًا
32. Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

33
ÙˆÙŽÙ„ÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ جَعَلْنَا مَوَالÙÙŠÙŽ Ù…Ùمَّا تَرَكَ الْوَالÙدَان٠وَالْأَقْرَبÙونَ Ûš وَالَّذÙينَ عَقَدَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ ÙَآتÙوهÙمْ نَصÙيبَهÙمْ Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠شَهÙيدًا
33. Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

34
الرÙّجَال٠قَوَّامÙونَ عَلَى النÙّسَاء٠بÙمَا Ùَضَّلَ اللَّه٠بَعْضَهÙمْ عَلَىٰ بَعْض٠وَبÙمَا أَنْÙÙŽÙ‚Ùوا Ù…Ùنْ أَمْوَالÙÙ‡Ùمْ Ûš ÙَالصَّالÙحَات٠قَانÙتَاتٌ حَاÙÙظَاتٌ Ù„Ùلْغَيْب٠بÙمَا Ø­ÙŽÙÙظَ اللَّه٠ۚ وَاللَّاتÙÙŠ تَخَاÙÙونَ Ù†ÙØ´ÙوزَهÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙَعÙظÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ وَاهْجÙرÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙÙÙŠ الْمَضَاجÙع٠وَاضْرÙبÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ Û– ÙÙŽØ¥Ùنْ أَطَعْنَكÙمْ Ùَلَا تَبْغÙوا عَلَيْهÙÙ†ÙŽÙ‘ سَبÙيلًا Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلÙيًّا كَبÙيرًا
34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

35
ÙˆÙŽØ¥Ùنْ Ø®ÙÙْتÙمْ Ø´Ùقَاقَ بَيْنÙÙ‡Ùمَا ÙَابْعَثÙوا حَكَمًا Ù…Ùنْ أَهْلÙه٠وَحَكَمًا Ù…Ùنْ أَهْلÙهَا Ø¥Ùنْ ÙŠÙرÙيدَا Ø¥Ùصْلَاحًا ÙŠÙÙˆÙŽÙÙّق٠اللَّه٠بَيْنَهÙمَا Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلÙيمًا خَبÙيرًا
35. Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

36
وَاعْبÙدÙوا اللَّهَ وَلَا تÙشْرÙÙƒÙوا بÙه٠شَيْئًا Û– وَبÙالْوَالÙدَيْن٠إÙحْسَانًا وَبÙØ°ÙÙŠ الْقÙرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكÙين٠وَالْجَار٠ذÙÙŠ الْقÙرْبَىٰ وَالْجَار٠الْجÙÙ†Ùب٠وَالصَّاحÙب٠بÙالْجَنْب٠وَابْن٠السَّبÙيل٠وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانÙÙƒÙمْ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ لَا ÙŠÙØ­ÙبÙÙ‘ مَنْ كَانَ Ù…Ùخْتَالًا ÙÙŽØ®Ùورًا
36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

37
الَّذÙينَ يَبْخَلÙونَ وَيَأْمÙرÙونَ النَّاسَ بÙالْبÙخْل٠وَيَكْتÙÙ…Ùونَ مَا آتَاهÙم٠اللَّه٠مÙنْ ÙَضْلÙÙ‡Ù Û— وَأَعْتَدْنَا Ù„ÙلْكَاÙÙرÙينَ عَذَابًا Ù…ÙÙ‡Ùينًا
37. (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

38
وَالَّذÙينَ ÙŠÙنْÙÙÙ‚Ùونَ أَمْوَالَهÙمْ رÙئَاءَ النَّاس٠وَلَا ÙŠÙؤْمÙÙ†Ùونَ بÙاللَّه٠وَلَا بÙالْيَوْم٠الْآخÙر٠ۗ وَمَنْ ÙŠÙŽÙƒÙن٠الشَّيْطَان٠لَه٠قَرÙينًا Ùَسَاءَ قَرÙينًا
38. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

39
وَمَاذَا عَلَيْهÙمْ لَوْ آمَنÙوا بÙاللَّه٠وَالْيَوْم٠الْآخÙر٠وَأَنْÙÙŽÙ‚Ùوا Ù…Ùمَّا رَزَقَهÙم٠اللَّه٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠بÙÙ‡Ùمْ عَلÙيمًا
39. Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

40
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ لَا يَظْلÙÙ…Ù Ù…Ùثْقَالَ ذَرَّة٠ۖ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تَك٠حَسَنَةً ÙŠÙضَاعÙÙْهَا ÙˆÙŽÙŠÙؤْت٠مÙنْ لَدÙنْه٠أَجْرًا عَظÙيمًا
40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

41
ÙَكَيْÙÙŽ Ø¥Ùذَا جÙئْنَا Ù…Ùنْ ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ Ø£Ùمَّة٠بÙØ´ÙŽÙ‡Ùيد٠وَجÙئْنَا بÙÙƒÙŽ عَلَىٰ هَٰؤÙلَاء٠شَهÙيدًا
41. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

42
يَوْمَئÙذ٠يَوَدÙÙ‘ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا وَعَصَوÙا الرَّسÙولَ لَوْ تÙسَوَّىٰ بÙÙ‡Ùم٠الْأَرْض٠وَلَا يَكْتÙÙ…Ùونَ اللَّهَ حَدÙيثًا
42. Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

43
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا تَقْرَبÙوا الصَّلَاةَ وَأَنْتÙمْ سÙكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمÙوا مَا تَقÙولÙونَ وَلَا جÙÙ†Ùبًا Ø¥Ùلَّا عَابÙرÙÙŠ سَبÙيل٠حَتَّىٰ تَغْتَسÙÙ„Ùوا Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ ÙƒÙنْتÙمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَÙَر٠أَوْ جَاءَ أَحَدٌ Ù…ÙنْكÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْغَائÙط٠أَوْ لَامَسْتÙم٠النÙّسَاءَ Ùَلَمْ تَجÙدÙوا مَاءً ÙَتَيَمَّمÙوا صَعÙيدًا Ø·ÙŽÙŠÙّبًا ÙَامْسَحÙوا بÙÙˆÙجÙوهÙÙƒÙمْ وَأَيْدÙيكÙمْ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَÙÙوًّا غَÙÙورًا
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

44
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا نَصÙيبًا Ù…ÙÙ†ÙŽ الْكÙتَاب٠يَشْتَرÙونَ الضَّلَالَةَ ÙˆÙŽÙŠÙرÙيدÙونَ أَنْ تَضÙÙ„Ùّوا السَّبÙيلَ
44. Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

45
وَاللَّه٠أَعْلَم٠بÙأَعْدَائÙÙƒÙمْ Ûš ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠وَلÙيًّا ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠نَصÙيرًا
45. Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

46
Ù…ÙÙ†ÙŽ الَّذÙينَ هَادÙوا ÙŠÙحَرÙÙ‘ÙÙونَ الْكَلÙÙ…ÙŽ عَنْ مَوَاضÙعÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ سَمÙعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ Ù…Ùسْمَع٠وَرَاعÙنَا لَيًّا بÙأَلْسÙنَتÙÙ‡Ùمْ وَطَعْنًا ÙÙÙŠ الدÙّين٠ۚ وَلَوْ أَنَّهÙمْ قَالÙوا سَمÙعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظÙرْنَا لَكَانَ خَيْرًا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكÙنْ لَعَنَهÙم٠اللَّه٠بÙÙƒÙÙْرÙÙ‡Ùمْ Ùَلَا ÙŠÙؤْمÙÙ†Ùونَ Ø¥Ùلَّا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلًا
46. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa´ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

47
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا الْكÙتَابَ آمÙÙ†Ùوا بÙمَا نَزَّلْنَا Ù…ÙصَدÙّقًا Ù„Ùمَا مَعَكÙمْ Ù…Ùنْ قَبْل٠أَنْ نَطْمÙسَ ÙˆÙجÙوهًا ÙَنَرÙدَّهَا عَلَىٰ أَدْبَارÙهَا أَوْ نَلْعَنَهÙمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْت٠ۚ وَكَانَ أَمْر٠اللَّه٠مَÙْعÙولًا
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

48
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ لَا يَغْÙÙر٠أَنْ ÙŠÙشْرَكَ بÙه٠وَيَغْÙÙر٠مَا دÙونَ ذَٰلÙÙƒÙŽ Ù„Ùمَنْ يَشَاء٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙشْرÙكْ بÙاللَّه٠Ùَقَد٠اÙْتَرَىٰ Ø¥Ùثْمًا عَظÙيمًا
48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

49
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ ÙŠÙزَكÙّونَ أَنْÙÙسَهÙمْ Ûš بَل٠اللَّه٠يÙزَكÙّي مَنْ يَشَاء٠وَلَا ÙŠÙظْلَمÙونَ ÙَتÙيلًا
49. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.

50
انْظÙرْ كَيْÙÙŽ ÙŠÙŽÙْتَرÙونَ عَلَى اللَّه٠الْكَذÙبَ Û– ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙه٠إÙثْمًا Ù…ÙبÙينًا
50. Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

51
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا نَصÙيبًا Ù…ÙÙ†ÙŽ الْكÙتَاب٠يÙؤْمÙÙ†Ùونَ بÙالْجÙبْت٠وَالطَّاغÙوت٠وَيَقÙولÙونَ Ù„ÙلَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا هَٰؤÙلَاء٠أَهْدَىٰ Ù…ÙÙ†ÙŽ الَّذÙينَ آمَنÙوا سَبÙيلًا
51. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

52
Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ الَّذÙينَ لَعَنَهÙم٠اللَّه٠ۖ وَمَنْ يَلْعَن٠اللَّه٠Ùَلَنْ تَجÙدَ لَه٠نَصÙيرًا
52. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.

53
أَمْ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ نَصÙيبٌ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْمÙلْك٠ÙÙŽØ¥Ùذًا لَا ÙŠÙؤْتÙونَ النَّاسَ Ù†ÙŽÙ‚Ùيرًا
53. Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia.

54
أَمْ يَحْسÙدÙونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهÙم٠اللَّه٠مÙنْ ÙَضْلÙÙ‡Ù Û– Ùَقَدْ آتَيْنَا آلَ Ø¥ÙبْرَاهÙيمَ الْكÙتَابَ وَالْحÙكْمَةَ وَآتَيْنَاهÙمْ Ù…Ùلْكًا عَظÙيمًا
54. ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.

55
ÙÙŽÙ…ÙنْهÙمْ مَنْ آمَنَ بÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ…ÙنْهÙمْ مَنْ صَدَّ عَنْه٠ۚ ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙجَهَنَّمَ سَعÙيرًا
55. Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.

56
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا بÙآيَاتÙنَا سَوْÙÙŽ Ù†ÙصْلÙيهÙمْ نَارًا ÙƒÙلَّمَا نَضÙجَتْ جÙÙ„ÙودÙÙ‡Ùمْ بَدَّلْنَاهÙمْ جÙÙ„Ùودًا غَيْرَهَا Ù„ÙÙŠÙŽØ°ÙوقÙوا الْعَذَابَ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَزÙيزًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
56. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

57
وَالَّذÙينَ آمَنÙوا وَعَمÙÙ„Ùوا الصَّالÙحَات٠سَنÙدْخÙÙ„ÙÙ‡Ùمْ جَنَّات٠تَجْرÙÙŠ Ù…Ùنْ تَحْتÙهَا الْأَنْهَار٠خَالÙدÙينَ ÙÙيهَا أَبَدًا Û– Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ ÙÙيهَا أَزْوَاجٌ Ù…Ùطَهَّرَةٌ Û– ÙˆÙŽÙ†ÙدْخÙÙ„ÙÙ‡Ùمْ ظÙلًّا ظَلÙيلًا
57. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

58
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ يَأْمÙرÙÙƒÙمْ أَنْ تÙؤَدÙّوا الْأَمَانَات٠إÙلَىٰ أَهْلÙهَا ÙˆÙŽØ¥Ùذَا حَكَمْتÙمْ بَيْنَ النَّاس٠أَنْ تَحْكÙÙ…Ùوا بÙالْعَدْل٠ۚ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ Ù†ÙعÙمَّا يَعÙظÙÙƒÙمْ بÙÙ‡Ù Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ سَمÙيعًا بَصÙيرًا
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

59
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø£ÙŽØ·ÙيعÙوا اللَّهَ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ·ÙيعÙوا الرَّسÙولَ ÙˆÙŽØ£ÙولÙÙŠ الْأَمْر٠مÙنْكÙمْ Û– ÙÙŽØ¥Ùنْ تَنَازَعْتÙمْ ÙÙÙŠ شَيْء٠ÙَرÙدÙّوه٠إÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠وَالرَّسÙول٠إÙنْ ÙƒÙنْتÙمْ تÙؤْمÙÙ†Ùونَ بÙاللَّه٠وَالْيَوْم٠الْآخÙر٠ۚ ذَٰلÙÙƒÙŽ خَيْرٌ وَأَحْسَن٠تَأْوÙيلًا
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

60
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ يَزْعÙÙ…Ùونَ أَنَّهÙمْ آمَنÙوا بÙمَا Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ø¥Ùلَيْكَ وَمَا Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ù…Ùنْ قَبْلÙÙƒÙŽ ÙŠÙرÙيدÙونَ أَنْ يَتَحَاكَمÙوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الطَّاغÙوت٠وَقَدْ Ø£ÙÙ…ÙرÙوا أَنْ يَكْÙÙرÙوا بÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙرÙيد٠الشَّيْطَان٠أَنْ ÙŠÙضÙلَّهÙمْ ضَلَالًا بَعÙيدًا
60. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

61
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا Ù‚Ùيلَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ تَعَالَوْا Ø¥Ùلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّه٠وَإÙÙ„ÙŽÙ‰ الرَّسÙول٠رَأَيْتَ الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ يَصÙدÙّونَ عَنْكَ صÙدÙودًا
61. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

62
ÙَكَيْÙÙŽ Ø¥Ùذَا أَصَابَتْهÙمْ Ù…ÙصÙيبَةٌ بÙمَا قَدَّمَتْ أَيْدÙيهÙمْ Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ جَاءÙوكَ يَحْلÙÙÙونَ بÙاللَّه٠إÙنْ أَرَدْنَا Ø¥Ùلَّا Ø¥Ùحْسَانًا وَتَوْÙÙيقًا
62. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

63
Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ الَّذÙينَ يَعْلَم٠اللَّه٠مَا ÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡Ùمْ ÙَأَعْرÙضْ عَنْهÙمْ وَعÙظْهÙمْ ÙˆÙŽÙ‚Ùلْ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ ÙÙÙŠ أَنْÙÙسÙÙ‡Ùمْ قَوْلًا بَلÙيغًا
63. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

64
وَمَا أَرْسَلْنَا Ù…Ùنْ رَسÙول٠إÙلَّا Ù„ÙÙŠÙطَاعَ بÙØ¥Ùذْن٠اللَّه٠ۚ وَلَوْ أَنَّهÙمْ Ø¥Ùذْ ظَلَمÙوا أَنْÙÙسَهÙمْ جَاءÙوكَ ÙَاسْتَغْÙَرÙوا اللَّهَ وَاسْتَغْÙَرَ Ù„ÙŽÙ‡Ùم٠الرَّسÙول٠لَوَجَدÙوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحÙيمًا
64. Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

65
Ùَلَا وَرَبÙّكَ لَا ÙŠÙؤْمÙÙ†Ùونَ حَتَّىٰ ÙŠÙØ­ÙŽÙƒÙّمÙوكَ ÙÙيمَا شَجَرَ بَيْنَهÙمْ Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ لَا يَجÙدÙوا ÙÙÙŠ أَنْÙÙسÙÙ‡Ùمْ حَرَجًا Ù…Ùمَّا قَضَيْتَ ÙˆÙŽÙŠÙسَلÙّمÙوا تَسْلÙيمًا
65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

66
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهÙمْ أَن٠اقْتÙÙ„Ùوا أَنْÙÙسَكÙمْ أَو٠اخْرÙجÙوا Ù…Ùنْ دÙيَارÙÙƒÙمْ مَا ÙَعَلÙوه٠إÙلَّا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلٌ Ù…ÙنْهÙمْ Û– وَلَوْ أَنَّهÙمْ ÙَعَلÙوا مَا ÙŠÙوعَظÙونَ بÙه٠لَكَانَ خَيْرًا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ وَأَشَدَّ تَثْبÙيتًا
66. Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

67
ÙˆÙŽØ¥Ùذًا لَآتَيْنَاهÙمْ Ù…Ùنْ لَدÙنَّا أَجْرًا عَظÙيمًا
67. dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

68
وَلَهَدَيْنَاهÙمْ صÙرَاطًا Ù…ÙسْتَقÙيمًا
68. dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

69
وَمَنْ ÙŠÙØ·Ùع٠اللَّهَ وَالرَّسÙولَ ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ مَعَ الَّذÙينَ أَنْعَمَ اللَّه٠عَلَيْهÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ النَّبÙÙŠÙّينَ وَالصÙّدÙّيقÙينَ وَالشÙّهَدَاء٠وَالصَّالÙØ­Ùينَ Ûš وَحَسÙÙ†ÙŽ Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ رَÙÙيقًا
69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

70
ذَٰلÙÙƒÙŽ الْÙَضْل٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ۚ ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠عَلÙيمًا
70. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

71
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø®ÙØ°Ùوا Ø­ÙذْرَكÙمْ ÙَانْÙÙرÙوا Ø«Ùبَات٠أَو٠انْÙÙرÙوا جَمÙيعًا
71. Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!

72
ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù…ÙنْكÙمْ لَمَنْ Ù„ÙŽÙŠÙبَطÙّئَنَّ ÙÙŽØ¥Ùنْ أَصَابَتْكÙمْ Ù…ÙصÙيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّه٠عَلَيَّ Ø¥Ùذْ لَمْ Ø£ÙŽÙƒÙنْ مَعَهÙمْ Ø´ÙŽÙ‡Ùيدًا
72. Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.

73
وَلَئÙنْ أَصَابَكÙمْ Ùَضْلٌ Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠لَيَقÙولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكÙنْ بَيْنَكÙمْ وَبَيْنَه٠مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنÙÙŠ ÙƒÙنْت٠مَعَهÙمْ ÙÙŽØ£ÙŽÙÙوزَ Ùَوْزًا عَظÙيمًا
73. Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: "Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)".

74
ÙَلْيÙقَاتÙلْ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠الَّذÙينَ يَشْرÙونَ الْحَيَاةَ الدÙّنْيَا بÙالْآخÙرَة٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙقَاتÙلْ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠ÙÙŽÙŠÙقْتَلْ أَوْ يَغْلÙبْ ÙَسَوْÙÙŽ Ù†ÙؤْتÙيه٠أَجْرًا عَظÙيمًا
74. Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

75
وَمَا Ù„ÙŽÙƒÙمْ لَا تÙقَاتÙÙ„Ùونَ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠وَالْمÙسْتَضْعَÙÙينَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الرÙّجَال٠وَالنÙّسَاء٠وَالْوÙلْدَان٠الَّذÙينَ ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ رَبَّنَا أَخْرÙجْنَا Ù…Ùنْ هَٰذÙه٠الْقَرْيَة٠الظَّالÙم٠أَهْلÙهَا وَاجْعَلْ لَنَا Ù…Ùنْ لَدÙنْكَ ÙˆÙŽÙ„Ùيًّا وَاجْعَلْ لَنَا Ù…Ùنْ لَدÙنْكَ نَصÙيرًا
75. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".

76
الَّذÙينَ آمَنÙوا ÙŠÙقَاتÙÙ„Ùونَ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠ۖ وَالَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا ÙŠÙقَاتÙÙ„Ùونَ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠الطَّاغÙوت٠ÙَقَاتÙÙ„Ùوا أَوْلÙيَاءَ الشَّيْطَان٠ۖ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ كَيْدَ الشَّيْطَان٠كَانَ ضَعÙÙŠÙًا
76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

77
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ Ù‚Ùيلَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ ÙƒÙÙÙّوا أَيْدÙÙŠÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙوا الصَّلَاةَ وَآتÙوا الزَّكَاةَ Ùَلَمَّا ÙƒÙتÙبَ عَلَيْهÙم٠الْقÙتَال٠إÙذَا ÙَرÙيقٌ Ù…ÙنْهÙمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَة٠اللَّه٠أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً Ûš وَقَالÙوا رَبَّنَا Ù„ÙÙ…ÙŽ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقÙتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا Ø¥Ùلَىٰ أَجَل٠قَرÙيب٠ۗ Ù‚Ùلْ مَتَاع٠الدÙّنْيَا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلٌ وَالْآخÙرَة٠خَيْرٌ Ù„Ùمَن٠اتَّقَىٰ وَلَا تÙظْلَمÙونَ ÙَتÙيلًا
77. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

78
أَيْنَمَا تَكÙونÙوا ÙŠÙدْرÙكْكÙم٠الْمَوْت٠وَلَوْ ÙƒÙنْتÙمْ ÙÙÙŠ بÙرÙوج٠مÙشَيَّدَة٠ۗ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تÙصÙبْهÙمْ حَسَنَةٌ ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙوا هَٰذÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ عÙنْد٠اللَّه٠ۖ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تÙصÙبْهÙمْ سَيÙّئَةٌ ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙوا هَٰذÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ عÙنْدÙÙƒÙŽ Ûš Ù‚Ùلْ ÙƒÙلٌّ Ù…Ùنْ عÙنْد٠اللَّه٠ۖ Ùَمَال٠هَٰؤÙلَاء٠الْقَوْم٠لَا يَكَادÙونَ ÙŠÙŽÙْقَهÙونَ حَدÙيثًا
78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

79
مَا أَصَابَكَ Ù…Ùنْ حَسَنَة٠ÙÙŽÙ…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ۖ وَمَا أَصَابَكَ Ù…Ùنْ سَيÙّئَة٠ÙÙŽÙ…Ùنْ Ù†ÙŽÙْسÙÙƒÙŽ Ûš وَأَرْسَلْنَاكَ Ù„Ùلنَّاس٠رَسÙولًا Ûš ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠شَهÙيدًا
79. Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

80
مَنْ ÙŠÙØ·Ùع٠الرَّسÙولَ Ùَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ Û– وَمَنْ تَوَلَّىٰ Ùَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهÙمْ Ø­ÙŽÙÙيظًا
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

81
ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ طَاعَةٌ ÙÙŽØ¥Ùذَا بَرَزÙوا Ù…Ùنْ عÙنْدÙÙƒÙŽ بَيَّتَ طَائÙÙÙŽØ©ÙŒ Ù…ÙنْهÙمْ غَيْرَ الَّذÙÙŠ تَقÙول٠ۖ وَاللَّه٠يَكْتÙب٠مَا ÙŠÙبَيÙّتÙونَ Û– ÙَأَعْرÙضْ عَنْهÙمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّه٠ۚ ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠وَكÙيلًا
81. Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

82
Ø£ÙŽÙَلَا يَتَدَبَّرÙونَ الْقÙرْآنَ Ûš وَلَوْ كَانَ Ù…Ùنْ عÙنْد٠غَيْر٠اللَّه٠لَوَجَدÙوا ÙÙيه٠اخْتÙلَاÙًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا
82. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

83
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا جَاءَهÙمْ أَمْرٌ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْأَمْن٠أَو٠الْخَوْÙ٠أَذَاعÙوا بÙÙ‡Ù Û– وَلَوْ رَدÙّوه٠إÙÙ„ÙŽÙ‰ الرَّسÙول٠وَإÙلَىٰ Ø£ÙولÙÙŠ الْأَمْر٠مÙنْهÙمْ لَعَلÙمَه٠الَّذÙينَ يَسْتَنْبÙØ·Ùونَه٠مÙنْهÙمْ Û— وَلَوْلَا Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكÙمْ وَرَحْمَتÙه٠لَاتَّبَعْتÙم٠الشَّيْطَانَ Ø¥Ùلَّا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلًا
83. Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

84
ÙَقَاتÙلْ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠لَا تÙÙƒÙŽÙ„ÙŽÙ‘Ù٠إÙلَّا Ù†ÙŽÙْسَكَ Ûš وَحَرÙّض٠الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Û– عَسَى اللَّه٠أَنْ ÙŠÙŽÙƒÙÙÙŽÙ‘ بَأْسَ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ûš وَاللَّه٠أَشَدÙÙ‘ بَأْسًا وَأَشَدÙÙ‘ تَنْكÙيلًا
84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).

85
مَنْ يَشْÙَعْ Ø´ÙŽÙَاعَةً حَسَنَةً ÙŠÙŽÙƒÙنْ لَه٠نَصÙيبٌ Ù…Ùنْهَا Û– وَمَنْ يَشْÙَعْ Ø´ÙŽÙَاعَةً سَيÙّئَةً ÙŠÙŽÙƒÙنْ Ù„ÙŽÙ‡Ù ÙƒÙÙْلٌ Ù…Ùنْهَا Û— وَكَانَ اللَّه٠عَلَىٰ ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠مÙÙ‚Ùيتًا
85. Barangsiapa yang memberikan syafa´at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa´at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

86
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا Ø­ÙÙŠÙّيتÙمْ بÙتَحÙيَّة٠ÙÙŽØ­ÙŽÙŠÙّوا بÙأَحْسَنَ Ù…Ùنْهَا أَوْ رÙدÙّوهَا Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ ÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠حَسÙيبًا
86. Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

87
اللَّه٠لَا Ø¥Ùلَٰهَ Ø¥Ùلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ Ûš لَيَجْمَعَنَّكÙمْ Ø¥Ùلَىٰ يَوْم٠الْقÙيَامَة٠لَا رَيْبَ ÙÙيه٠ۗ وَمَنْ أَصْدَق٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠حَدÙيثًا
87. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?

88
Ùَمَا Ù„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙÙŠ الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ ÙÙئَتَيْن٠وَاللَّه٠أَرْكَسَهÙمْ بÙمَا كَسَبÙوا Ûš أَتÙرÙيدÙونَ أَنْ تَهْدÙوا مَنْ أَضَلَّ اللَّه٠ۖ وَمَنْ ÙŠÙضْلÙل٠اللَّه٠Ùَلَنْ تَجÙدَ لَه٠سَبÙيلًا
88. Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

89
وَدÙّوا لَوْ تَكْÙÙرÙونَ كَمَا ÙƒÙŽÙَرÙوا ÙَتَكÙونÙونَ سَوَاءً Û– Ùَلَا تَتَّخÙØ°Ùوا Ù…ÙنْهÙمْ أَوْلÙيَاءَ حَتَّىٰ ÙŠÙهَاجÙرÙوا ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠ۚ ÙÙŽØ¥Ùنْ تَوَلَّوْا ÙÙŽØ®ÙØ°ÙوهÙمْ وَاقْتÙÙ„ÙوهÙمْ حَيْث٠وَجَدْتÙÙ…ÙوهÙمْ Û– وَلَا تَتَّخÙØ°Ùوا Ù…ÙنْهÙمْ ÙˆÙŽÙ„Ùيًّا وَلَا نَصÙيرًا
89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

90
Ø¥Ùلَّا الَّذÙينَ يَصÙÙ„Ùونَ Ø¥Ùلَىٰ قَوْم٠بَيْنَكÙمْ وَبَيْنَهÙمْ Ù…Ùيثَاقٌ أَوْ جَاءÙوكÙمْ حَصÙرَتْ صÙدÙورÙÙ‡Ùمْ أَنْ ÙŠÙقَاتÙÙ„ÙوكÙمْ أَوْ ÙŠÙقَاتÙÙ„Ùوا قَوْمَهÙمْ Ûš وَلَوْ شَاءَ اللَّه٠لَسَلَّطَهÙمْ عَلَيْكÙمْ ÙَلَقَاتَلÙوكÙمْ Ûš ÙÙŽØ¥Ùن٠اعْتَزَلÙوكÙمْ Ùَلَمْ ÙŠÙقَاتÙÙ„ÙوكÙمْ وَأَلْقَوْا Ø¥ÙلَيْكÙم٠السَّلَمَ Ùَمَا جَعَلَ اللَّه٠لَكÙمْ عَلَيْهÙمْ سَبÙيلًا
90. kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

91
سَتَجÙدÙونَ آخَرÙينَ ÙŠÙرÙيدÙونَ أَنْ يَأْمَنÙوكÙمْ وَيَأْمَنÙوا قَوْمَهÙمْ ÙƒÙÙ„ÙŽÙ‘ مَا رÙدÙّوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الْÙÙتْنَة٠أÙرْكÙسÙوا ÙÙيهَا Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ لَمْ يَعْتَزÙÙ„ÙوكÙمْ ÙˆÙŽÙŠÙلْقÙوا Ø¥ÙلَيْكÙم٠السَّلَمَ ÙˆÙŽÙŠÙŽÙƒÙÙÙّوا أَيْدÙÙŠÙŽÙ‡Ùمْ ÙÙŽØ®ÙØ°ÙوهÙمْ وَاقْتÙÙ„ÙوهÙمْ حَيْث٠ثَقÙÙْتÙÙ…ÙوهÙمْ Ûš ÙˆÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙمْ جَعَلْنَا Ù„ÙŽÙƒÙمْ عَلَيْهÙمْ سÙلْطَانًا Ù…ÙبÙينًا
91. Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

92
وَمَا كَانَ Ù„ÙÙ…ÙؤْمÙن٠أَنْ يَقْتÙÙ„ÙŽ Ù…ÙؤْمÙنًا Ø¥Ùلَّا خَطَأً Ûš وَمَنْ قَتَلَ Ù…ÙؤْمÙنًا خَطَأً ÙَتَحْرÙير٠رَقَبَة٠مÙؤْمÙنَة٠وَدÙÙŠÙŽØ©ÙŒ Ù…Ùسَلَّمَةٌ Ø¥Ùلَىٰ أَهْلÙه٠إÙلَّا أَنْ يَصَّدَّقÙوا Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù…Ùنْ قَوْم٠عَدÙÙˆÙÙ‘ Ù„ÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙؤْمÙÙ†ÙŒ ÙَتَحْرÙير٠رَقَبَة٠مÙؤْمÙÙ†ÙŽØ©Ù Û– ÙˆÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù…Ùنْ قَوْم٠بَيْنَكÙمْ وَبَيْنَهÙمْ Ù…Ùيثَاقٌ ÙَدÙÙŠÙŽØ©ÙŒ Ù…Ùسَلَّمَةٌ Ø¥Ùلَىٰ أَهْلÙه٠وَتَحْرÙير٠رَقَبَة٠مÙؤْمÙÙ†ÙŽØ©Ù Û– Ùَمَنْ لَمْ يَجÙدْ ÙَصÙيَام٠شَهْرَيْن٠مÙتَتَابÙعَيْن٠تَوْبَةً Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ۗ وَكَانَ اللَّه٠عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

93
وَمَنْ يَقْتÙلْ Ù…ÙؤْمÙنًا Ù…ÙتَعَمÙّدًا ÙَجَزَاؤÙه٠جَهَنَّم٠خَالÙدًا ÙÙيهَا وَغَضÙبَ اللَّه٠عَلَيْه٠وَلَعَنَه٠وَأَعَدَّ لَه٠عَذَابًا عَظÙيمًا
93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

94
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø¥Ùذَا ضَرَبْتÙمْ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠ÙَتَبَيَّنÙوا وَلَا تَقÙولÙوا Ù„Ùمَنْ أَلْقَىٰ Ø¥ÙلَيْكÙم٠السَّلَامَ لَسْتَ Ù…ÙؤْمÙنًا تَبْتَغÙونَ عَرَضَ الْحَيَاة٠الدÙّنْيَا ÙَعÙنْدَ اللَّه٠مَغَانÙÙ…Ù ÙƒÙŽØ«Ùيرَةٌ Ûš كَذَٰلÙÙƒÙŽ ÙƒÙنْتÙمْ Ù…Ùنْ قَبْل٠ÙÙŽÙ…ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ اللَّه٠عَلَيْكÙمْ ÙَتَبَيَّنÙوا Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرًا
94. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

95
لَا يَسْتَوÙÙŠ الْقَاعÙدÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ غَيْر٠أÙولÙÙŠ الضَّرَر٠وَالْمÙجَاهÙدÙونَ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠بÙأَمْوَالÙÙ‡Ùمْ وَأَنْÙÙسÙÙ‡Ùمْ Ûš Ùَضَّلَ اللَّه٠الْمÙجَاهÙدÙينَ بÙأَمْوَالÙÙ‡Ùمْ وَأَنْÙÙسÙÙ‡Ùمْ عَلَى الْقَاعÙدÙينَ دَرَجَةً Ûš ÙˆÙŽÙƒÙلًّا وَعَدَ اللَّه٠الْحÙسْنَىٰ Ûš ÙˆÙŽÙَضَّلَ اللَّه٠الْمÙجَاهÙدÙينَ عَلَى الْقَاعÙدÙينَ أَجْرًا عَظÙيمًا
95. Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ´uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

96
دَرَجَات٠مÙنْه٠وَمَغْÙÙرَةً وَرَحْمَةً Ûš وَكَانَ اللَّه٠غَÙÙورًا رَحÙيمًا
96. (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

97
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ تَوَÙَّاهÙم٠الْمَلَائÙكَة٠ظَالÙÙ…ÙÙŠ أَنْÙÙسÙÙ‡Ùمْ قَالÙوا ÙÙيمَ ÙƒÙنْتÙمْ Û– قَالÙوا ÙƒÙنَّا Ù…ÙسْتَضْعَÙÙينَ ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۚ قَالÙوا أَلَمْ تَكÙنْ أَرْض٠اللَّه٠وَاسÙعَةً ÙَتÙهَاجÙرÙوا ÙÙيهَا Ûš ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ مَأْوَاهÙمْ جَهَنَّم٠ۖ وَسَاءَتْ مَصÙيرًا
97. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

98
Ø¥Ùلَّا الْمÙسْتَضْعَÙÙينَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الرÙّجَال٠وَالنÙّسَاء٠وَالْوÙلْدَان٠لَا يَسْتَطÙيعÙونَ Ø­Ùيلَةً وَلَا يَهْتَدÙونَ سَبÙيلًا
98. kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),

99
ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ عَسَى اللَّه٠أَنْ يَعْÙÙÙˆÙŽ عَنْهÙمْ Ûš وَكَانَ اللَّه٠عَÙÙوًّا غَÙÙورًا
99. mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

100
وَمَنْ ÙŠÙهَاجÙرْ ÙÙÙŠ سَبÙيل٠اللَّه٠يَجÙدْ ÙÙÙŠ الْأَرْض٠مÙرَاغَمًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا وَسَعَةً Ûš وَمَنْ يَخْرÙجْ Ù…Ùنْ بَيْتÙÙ‡Ù Ù…ÙهَاجÙرًا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّه٠وَرَسÙولÙÙ‡Ù Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙŠÙدْرÙكْه٠الْمَوْت٠Ùَقَدْ وَقَعَ أَجْرÙه٠عَلَى اللَّه٠ۗ وَكَانَ اللَّه٠غَÙÙورًا رَحÙيمًا
100. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

101
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا ضَرَبْتÙمْ ÙÙÙŠ الْأَرْض٠Ùَلَيْسَ عَلَيْكÙمْ جÙنَاحٌ أَنْ تَقْصÙرÙوا Ù…ÙÙ†ÙŽ الصَّلَاة٠إÙنْ Ø®ÙÙْتÙمْ أَنْ ÙŠÙŽÙْتÙÙ†ÙŽÙƒÙم٠الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الْكَاÙÙرÙينَ كَانÙوا Ù„ÙŽÙƒÙمْ عَدÙوًّا Ù…ÙبÙينًا
101. Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

102
ÙˆÙŽØ¥Ùذَا ÙƒÙنْتَ ÙÙيهÙمْ Ùَأَقَمْتَ Ù„ÙŽÙ‡Ùم٠الصَّلَاةَ ÙَلْتَقÙمْ طَائÙÙÙŽØ©ÙŒ Ù…ÙنْهÙمْ مَعَكَ وَلْيَأْخÙØ°Ùوا أَسْلÙحَتَهÙمْ ÙÙŽØ¥Ùذَا سَجَدÙوا ÙَلْيَكÙونÙوا Ù…Ùنْ وَرَائÙÙƒÙمْ وَلْتَأْت٠طَائÙÙÙŽØ©ÙŒ Ø£Ùخْرَىٰ لَمْ ÙŠÙصَلÙّوا ÙَلْيÙصَلÙّوا مَعَكَ وَلْيَأْخÙØ°Ùوا Ø­ÙذْرَهÙمْ وَأَسْلÙحَتَهÙمْ Û— وَدَّ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا لَوْ تَغْÙÙÙ„Ùونَ عَنْ أَسْلÙحَتÙÙƒÙمْ وَأَمْتÙعَتÙÙƒÙمْ ÙÙŽÙŠÙŽÙ…ÙيلÙونَ عَلَيْكÙمْ مَيْلَةً وَاحÙدَةً Ûš وَلَا جÙنَاحَ عَلَيْكÙمْ Ø¥Ùنْ كَانَ بÙÙƒÙمْ أَذًى Ù…Ùنْ مَطَر٠أَوْ ÙƒÙنْتÙمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعÙوا أَسْلÙحَتَكÙمْ Û– ÙˆÙŽØ®ÙØ°Ùوا Ø­ÙذْرَكÙمْ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ أَعَدَّ Ù„ÙلْكَاÙÙرÙينَ عَذَابًا Ù…ÙÙ‡Ùينًا
102. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

103
ÙÙŽØ¥Ùذَا قَضَيْتÙم٠الصَّلَاةَ ÙَاذْكÙرÙوا اللَّهَ Ù‚Ùيَامًا ÙˆÙŽÙ‚ÙعÙودًا وَعَلَىٰ جÙÙ†ÙوبÙÙƒÙمْ Ûš ÙÙŽØ¥Ùذَا اطْمَأْنَنْتÙمْ ÙÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙوا الصَّلَاةَ Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ ÙƒÙتَابًا مَوْقÙوتًا
103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

104
وَلَا تَهÙÙ†Ùوا ÙÙÙŠ ابْتÙغَاء٠الْقَوْم٠ۖ Ø¥Ùنْ تَكÙونÙوا تَأْلَمÙونَ ÙÙŽØ¥ÙنَّهÙمْ يَأْلَمÙونَ كَمَا تَأْلَمÙونَ Û– وَتَرْجÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠مَا لَا يَرْجÙونَ Û— وَكَانَ اللَّه٠عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
104. Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

105
Ø¥Ùنَّا أَنْزَلْنَا Ø¥Ùلَيْكَ الْكÙتَابَ بÙالْحَقÙÙ‘ Ù„ÙتَحْكÙÙ…ÙŽ بَيْنَ النَّاس٠بÙمَا أَرَاكَ اللَّه٠ۚ وَلَا تَكÙنْ Ù„ÙلْخَائÙÙ†Ùينَ خَصÙيمًا
105. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,

106
وَاسْتَغْÙÙر٠اللَّهَ Û– Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ غَÙÙورًا رَحÙيمًا
106. dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

107
وَلَا تÙجَادÙلْ عَن٠الَّذÙينَ يَخْتَانÙونَ أَنْÙÙسَهÙمْ Ûš Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ لَا ÙŠÙØ­ÙبÙÙ‘ مَنْ كَانَ خَوَّانًا Ø£ÙŽØ«Ùيمًا
107. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,

108
يَسْتَخْÙÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ النَّاس٠وَلَا يَسْتَخْÙÙونَ Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠وَهÙÙˆÙŽ مَعَهÙمْ Ø¥Ùذْ ÙŠÙبَيÙّتÙونَ مَا لَا يَرْضَىٰ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْقَوْل٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠بÙمَا يَعْمَلÙونَ Ù…ÙØ­Ùيطًا
108. mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

109
هَا أَنْتÙمْ هَٰؤÙلَاء٠جَادَلْتÙمْ عَنْهÙمْ ÙÙÙŠ الْحَيَاة٠الدÙّنْيَا Ùَمَنْ ÙŠÙجَادÙل٠اللَّهَ عَنْهÙمْ يَوْمَ الْقÙيَامَة٠أَمْ مَنْ ÙŠÙŽÙƒÙون٠عَلَيْهÙمْ ÙˆÙŽÙƒÙيلًا
109. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?

110
وَمَنْ يَعْمَلْ سÙوءًا أَوْ يَظْلÙمْ Ù†ÙŽÙْسَه٠ثÙÙ…ÙŽÙ‘ يَسْتَغْÙÙر٠اللَّهَ يَجÙد٠اللَّهَ غَÙÙورًا رَحÙيمًا
110. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

111
وَمَنْ يَكْسÙبْ Ø¥Ùثْمًا ÙÙŽØ¥Ùنَّمَا يَكْسÙبÙه٠عَلَىٰ Ù†ÙŽÙْسÙÙ‡Ù Ûš وَكَانَ اللَّه٠عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
111. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

112
وَمَنْ يَكْسÙبْ خَطÙيئَةً أَوْ Ø¥Ùثْمًا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ يَرْم٠بÙه٠بَرÙيئًا Ùَقَد٠احْتَمَلَ بÙهْتَانًا ÙˆÙŽØ¥Ùثْمًا Ù…ÙبÙينًا
112. Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

113
وَلَوْلَا Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكَ وَرَحْمَتÙه٠لَهَمَّتْ طَائÙÙÙŽØ©ÙŒ Ù…ÙنْهÙمْ أَنْ ÙŠÙضÙÙ„Ùّوكَ وَمَا ÙŠÙضÙÙ„Ùّونَ Ø¥Ùلَّا أَنْÙÙسَهÙمْ Û– وَمَا يَضÙرÙّونَكَ Ù…Ùنْ شَيْء٠ۚ وَأَنْزَلَ اللَّه٠عَلَيْكَ الْكÙتَابَ وَالْحÙكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكÙنْ تَعْلَم٠ۚ وَكَانَ Ùَضْل٠اللَّه٠عَلَيْكَ عَظÙيمًا
113. Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

114
لَا خَيْرَ ÙÙÙŠ ÙƒÙŽØ«Ùير٠مÙنْ نَجْوَاهÙمْ Ø¥Ùلَّا مَنْ أَمَرَ بÙصَدَقَة٠أَوْ مَعْرÙÙˆÙ٠أَوْ Ø¥Ùصْلَاح٠بَيْنَ النَّاس٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙŽÙْعَلْ ذَٰلÙÙƒÙŽ ابْتÙغَاءَ مَرْضَات٠اللَّه٠ÙَسَوْÙÙŽ Ù†ÙؤْتÙيه٠أَجْرًا عَظÙيمًا
114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma´ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

115
وَمَنْ ÙŠÙشَاقÙق٠الرَّسÙولَ Ù…Ùنْ بَعْد٠مَا تَبَيَّنَ لَه٠الْهÙدَىٰ وَيَتَّبÙعْ غَيْرَ سَبÙيل٠الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Ù†ÙÙˆÙŽÙ„Ùّه٠مَا تَوَلَّىٰ ÙˆÙŽÙ†ÙصْلÙه٠جَهَنَّمَ Û– وَسَاءَتْ مَصÙيرًا
115. Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

116
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ لَا يَغْÙÙر٠أَنْ ÙŠÙشْرَكَ بÙه٠وَيَغْÙÙر٠مَا دÙونَ ذَٰلÙÙƒÙŽ Ù„Ùمَنْ يَشَاء٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙشْرÙكْ بÙاللَّه٠Ùَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعÙيدًا
116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

117
Ø¥Ùنْ يَدْعÙونَ Ù…Ùنْ دÙونÙه٠إÙلَّا Ø¥Ùنَاثًا ÙˆÙŽØ¥Ùنْ يَدْعÙونَ Ø¥Ùلَّا شَيْطَانًا مَرÙيدًا
117. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

118
لَعَنَه٠اللَّه٠ۘ وَقَالَ لَأَتَّخÙØ°ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ Ù…Ùنْ عÙبَادÙÙƒÙŽ نَصÙيبًا Ù…ÙŽÙْرÙوضًا
118. yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),

119
ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ£ÙضÙلَّنَّهÙمْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ£ÙÙ…ÙŽÙ†ÙّيَنَّهÙمْ وَلَآمÙرَنَّهÙمْ ÙÙŽÙ„ÙŽÙŠÙبَتÙّكÙÙ†ÙŽÙ‘ آذَانَ الْأَنْعَام٠وَلَآمÙرَنَّهÙمْ ÙÙŽÙ„ÙŽÙŠÙغَيÙّرÙÙ†ÙŽÙ‘ خَلْقَ اللَّه٠ۚ وَمَنْ يَتَّخÙذ٠الشَّيْطَانَ ÙˆÙŽÙ„Ùيًّا Ù…Ùنْ دÙون٠اللَّه٠Ùَقَدْ خَسÙرَ Ø®Ùسْرَانًا Ù…ÙبÙينًا
119. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

120
يَعÙدÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙŠÙÙ…ÙŽÙ†ÙّيهÙمْ Û– وَمَا يَعÙدÙÙ‡Ùم٠الشَّيْطَان٠إÙلَّا غÙرÙورًا
120. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

121
Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ مَأْوَاهÙمْ جَهَنَّم٠وَلَا يَجÙدÙونَ عَنْهَا Ù…ÙŽØ­Ùيصًا
121. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.

122
وَالَّذÙينَ آمَنÙوا وَعَمÙÙ„Ùوا الصَّالÙحَات٠سَنÙدْخÙÙ„ÙÙ‡Ùمْ جَنَّات٠تَجْرÙÙŠ Ù…Ùنْ تَحْتÙهَا الْأَنْهَار٠خَالÙدÙينَ ÙÙيهَا أَبَدًا Û– وَعْدَ اللَّه٠حَقًّا Ûš وَمَنْ أَصْدَق٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠قÙيلًا
122. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?

123
لَيْسَ بÙأَمَانÙÙŠÙّكÙمْ وَلَا أَمَانÙÙŠÙÙ‘ أَهْل٠الْكÙتَاب٠ۗ مَنْ يَعْمَلْ سÙوءًا ÙŠÙجْزَ بÙه٠وَلَا يَجÙدْ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…Ùنْ دÙون٠اللَّه٠وَلÙيًّا وَلَا نَصÙيرًا
123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

124
وَمَنْ يَعْمَلْ Ù…ÙÙ†ÙŽ الصَّالÙحَات٠مÙنْ ذَكَر٠أَوْ Ø£Ùنْثَىٰ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙؤْمÙÙ†ÙŒ ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ يَدْخÙÙ„Ùونَ الْجَنَّةَ وَلَا ÙŠÙظْلَمÙونَ Ù†ÙŽÙ‚Ùيرًا
124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

125
وَمَنْ أَحْسَن٠دÙينًا Ù…Ùمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَه٠لÙلَّه٠وَهÙÙˆÙŽ Ù…ÙحْسÙÙ†ÙŒ وَاتَّبَعَ Ù…Ùلَّةَ Ø¥ÙبْرَاهÙيمَ Ø­ÙŽÙ†ÙÙŠÙًا Û— وَاتَّخَذَ اللَّه٠إÙبْرَاهÙيمَ خَلÙيلًا
125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

126
ÙˆÙŽÙ„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠بÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠مÙØ­Ùيطًا
126. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.

127
وَيَسْتَÙْتÙونَكَ ÙÙÙŠ النÙّسَاء٠ۖ Ù‚Ùل٠اللَّه٠يÙÙْتÙيكÙمْ ÙÙيهÙÙ†ÙŽÙ‘ وَمَا ÙŠÙتْلَىٰ عَلَيْكÙمْ ÙÙÙŠ الْكÙتَاب٠ÙÙÙŠ يَتَامَى النÙّسَاء٠اللَّاتÙÙŠ لَا تÙؤْتÙونَهÙÙ†ÙŽÙ‘ مَا ÙƒÙتÙبَ Ù„ÙŽÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ وَتَرْغَبÙونَ أَنْ تَنْكÙØ­ÙوهÙÙ†ÙŽÙ‘ وَالْمÙسْتَضْعَÙÙينَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْوÙلْدَان٠وَأَنْ تَقÙومÙوا Ù„Ùلْيَتَامَىٰ بÙالْقÙسْط٠ۚ وَمَا تَÙْعَلÙوا Ù…Ùنْ خَيْر٠ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙه٠عَلÙيمًا
127. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.

128
ÙˆÙŽØ¥Ùن٠امْرَأَةٌ خَاÙَتْ Ù…Ùنْ بَعْلÙهَا Ù†ÙØ´Ùوزًا أَوْ Ø¥Ùعْرَاضًا Ùَلَا جÙنَاحَ عَلَيْهÙمَا أَنْ ÙŠÙصْلÙحَا بَيْنَهÙمَا صÙلْحًا Ûš وَالصÙّلْح٠خَيْرٌ Û— ÙˆÙŽØ£ÙحْضÙرَت٠الْأَنْÙÙس٠الشÙّحَّ Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تÙحْسÙÙ†Ùوا وَتَتَّقÙوا ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرًا
128. Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

129
وَلَنْ تَسْتَطÙيعÙوا أَنْ تَعْدÙÙ„Ùوا بَيْنَ النÙّسَاء٠وَلَوْ حَرَصْتÙمْ Û– Ùَلَا تَمÙيلÙوا ÙƒÙÙ„ÙŽÙ‘ الْمَيْل٠ÙَتَذَرÙوهَا كَالْمÙعَلَّقَة٠ۚ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تÙصْلÙØ­Ùوا وَتَتَّقÙوا ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ غَÙÙورًا رَحÙيمًا
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

130
ÙˆÙŽØ¥Ùنْ يَتَÙَرَّقَا ÙŠÙغْن٠اللَّه٠كÙلًّا Ù…Ùنْ سَعَتÙÙ‡Ù Ûš وَكَانَ اللَّه٠وَاسÙعًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
130. Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.

131
ÙˆÙŽÙ„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا الْكÙتَابَ Ù…Ùنْ قَبْلÙÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙيَّاكÙمْ أَن٠اتَّقÙوا اللَّهَ Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تَكْÙÙرÙوا ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠غَنÙيًّا Ø­ÙŽÙ…Ùيدًا
131. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.

132
ÙˆÙŽÙ„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۚ ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠وَكÙيلًا
132. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

133
Ø¥Ùنْ يَشَأْ ÙŠÙذْهÙبْكÙمْ Ø£ÙŽÙŠÙّهَا النَّاس٠وَيَأْت٠بÙآخَرÙينَ Ûš وَكَانَ اللَّه٠عَلَىٰ ذَٰلÙÙƒÙŽ قَدÙيرًا
133. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.

134
مَنْ كَانَ ÙŠÙرÙيد٠ثَوَابَ الدÙّنْيَا ÙَعÙنْدَ اللَّه٠ثَوَاب٠الدÙّنْيَا وَالْآخÙرَة٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠سَمÙيعًا بَصÙيرًا
134. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

135
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا ÙƒÙونÙوا قَوَّامÙينَ بÙالْقÙسْط٠شÙهَدَاءَ Ù„Ùلَّه٠وَلَوْ عَلَىٰ أَنْÙÙسÙÙƒÙمْ أَو٠الْوَالÙدَيْن٠وَالْأَقْرَبÙينَ Ûš Ø¥Ùنْ ÙŠÙŽÙƒÙنْ غَنÙيًّا أَوْ ÙÙŽÙ‚Ùيرًا Ùَاللَّه٠أَوْلَىٰ بÙÙ‡Ùمَا Û– Ùَلَا تَتَّبÙعÙوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدÙÙ„Ùوا Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تَلْوÙوا أَوْ تÙعْرÙضÙوا ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرًا
135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

136
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا آمÙÙ†Ùوا بÙاللَّه٠وَرَسÙولÙه٠وَالْكÙتَاب٠الَّذÙÙŠ نَزَّلَ عَلَىٰ رَسÙولÙه٠وَالْكÙتَاب٠الَّذÙÙŠ أَنْزَلَ Ù…Ùنْ قَبْل٠ۚ وَمَنْ يَكْÙÙرْ بÙاللَّه٠وَمَلَائÙكَتÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙƒÙتÙبÙه٠وَرÙسÙÙ„Ùه٠وَالْيَوْم٠الْآخÙر٠Ùَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعÙيدًا
136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

137
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ آمَنÙوا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ازْدَادÙوا ÙƒÙÙْرًا لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙن٠اللَّه٠لÙيَغْÙÙرَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ وَلَا Ù„ÙيَهْدÙÙŠÙŽÙ‡Ùمْ سَبÙيلًا
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

138
بَشÙّر٠الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ بÙØ£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابًا Ø£ÙŽÙ„Ùيمًا
138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

139
الَّذÙينَ يَتَّخÙØ°Ùونَ الْكَاÙÙرÙينَ أَوْلÙيَاءَ Ù…Ùنْ دÙون٠الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Ûš أَيَبْتَغÙونَ عÙنْدَهÙم٠الْعÙزَّةَ ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الْعÙزَّةَ Ù„Ùلَّه٠جَمÙيعًا
139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكÙمْ ÙÙÙŠ الْكÙتَاب٠أَنْ Ø¥Ùذَا سَمÙعْتÙمْ آيَات٠اللَّه٠يÙكْÙَر٠بÙهَا ÙˆÙŽÙŠÙسْتَهْزَأ٠بÙهَا Ùَلَا تَقْعÙدÙوا مَعَهÙمْ حَتَّىٰ ÙŠÙŽØ®ÙوضÙوا ÙÙÙŠ حَدÙيث٠غَيْرÙÙ‡Ù Ûš Ø¥ÙنَّكÙمْ Ø¥Ùذًا Ù…ÙثْلÙÙ‡Ùمْ Û— Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ جَامÙع٠الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ وَالْكَاÙÙرÙينَ ÙÙÙŠ جَهَنَّمَ جَمÙيعًا
140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

141
الَّذÙينَ يَتَرَبَّصÙونَ بÙÙƒÙمْ ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ Ùَتْحٌ Ù…ÙÙ†ÙŽ اللَّه٠قَالÙوا أَلَمْ Ù†ÙŽÙƒÙنْ مَعَكÙمْ ÙˆÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ù„ÙلْكَاÙÙرÙينَ نَصÙيبٌ قَالÙوا أَلَمْ نَسْتَحْوÙذْ عَلَيْكÙمْ وَنَمْنَعْكÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Ûš Ùَاللَّه٠يَحْكÙم٠بَيْنَكÙمْ يَوْمَ الْقÙيَامَة٠ۗ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّه٠لÙلْكَاÙÙرÙينَ عَلَى الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ سَبÙيلًا
141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

142
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ ÙŠÙخَادÙعÙونَ اللَّهَ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ خَادÙعÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽØ¥Ùذَا قَامÙوا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الصَّلَاة٠قَامÙوا ÙƒÙسَالَىٰ ÙŠÙرَاءÙونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكÙرÙونَ اللَّهَ Ø¥Ùلَّا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلًا
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

143
Ù…ÙذَبْذَبÙينَ بَيْنَ ذَٰلÙÙƒÙŽ لَا Ø¥Ùلَىٰ هَٰؤÙلَاء٠وَلَا Ø¥Ùلَىٰ هَٰؤÙلَاء٠ۚ وَمَنْ ÙŠÙضْلÙل٠اللَّه٠Ùَلَنْ تَجÙدَ لَه٠سَبÙيلًا
143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

144
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا لَا تَتَّخÙØ°Ùوا الْكَاÙÙرÙينَ أَوْلÙيَاءَ Ù…Ùنْ دÙون٠الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Ûš أَتÙرÙيدÙونَ أَنْ تَجْعَلÙوا Ù„Ùلَّه٠عَلَيْكÙمْ سÙلْطَانًا Ù…ÙبÙينًا
144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

145
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الْمÙنَاÙÙÙ‚Ùينَ ÙÙÙŠ الدَّرْك٠الْأَسْÙÙŽÙ„Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ النَّار٠وَلَنْ تَجÙدَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ نَصÙيرًا
145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

146
Ø¥Ùلَّا الَّذÙينَ تَابÙوا وَأَصْلَحÙوا وَاعْتَصَمÙوا بÙاللَّه٠وَأَخْلَصÙوا دÙينَهÙمْ Ù„Ùلَّه٠ÙÙŽØ£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ مَعَ الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ Û– وَسَوْÙÙŽ ÙŠÙؤْت٠اللَّه٠الْمÙؤْمÙÙ†Ùينَ أَجْرًا عَظÙيمًا
146. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

147
مَا ÙŠÙŽÙْعَل٠اللَّه٠بÙعَذَابÙÙƒÙمْ Ø¥Ùنْ شَكَرْتÙمْ وَآمَنْتÙمْ Ûš وَكَانَ اللَّه٠شَاكÙرًا عَلÙيمًا
147. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

148
لَا ÙŠÙØ­ÙبÙÙ‘ اللَّه٠الْجَهْرَ بÙالسÙّوء٠مÙÙ†ÙŽ الْقَوْل٠إÙلَّا مَنْ ظÙÙ„ÙÙ…ÙŽ Ûš وَكَانَ اللَّه٠سَمÙيعًا عَلÙيمًا
148. Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

149
Ø¥Ùنْ تÙبْدÙوا خَيْرًا أَوْ تÙخْÙÙوه٠أَوْ تَعْÙÙوا عَنْ سÙوء٠ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللَّهَ كَانَ عَÙÙوًّا قَدÙيرًا
149. Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

150
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ يَكْÙÙرÙونَ بÙاللَّه٠وَرÙسÙÙ„ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙرÙيدÙونَ أَنْ ÙŠÙÙَرÙّقÙوا بَيْنَ اللَّه٠وَرÙسÙÙ„ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ Ù†ÙؤْمÙن٠بÙبَعْض٠وَنَكْÙÙر٠بÙبَعْض٠وَيÙرÙيدÙونَ أَنْ يَتَّخÙØ°Ùوا بَيْنَ ذَٰلÙÙƒÙŽ سَبÙيلًا
150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

151
Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الْكَاÙÙرÙونَ حَقًّا Ûš وَأَعْتَدْنَا Ù„ÙلْكَاÙÙرÙينَ عَذَابًا Ù…ÙÙ‡Ùينًا
151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

152
وَالَّذÙينَ آمَنÙوا بÙاللَّه٠وَرÙسÙÙ„Ùه٠وَلَمْ ÙŠÙÙَرÙّقÙوا بَيْنَ أَحَد٠مÙنْهÙمْ Ø£ÙولَٰئÙÙƒÙŽ سَوْÙÙŽ ÙŠÙؤْتÙيهÙمْ Ø£ÙجÙورَهÙمْ Û— وَكَانَ اللَّه٠غَÙÙورًا رَحÙيمًا
152. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

153
يَسْأَلÙÙƒÙŽ أَهْل٠الْكÙتَاب٠أَنْ تÙنَزÙّلَ عَلَيْهÙمْ ÙƒÙتَابًا Ù…ÙÙ†ÙŽ السَّمَاء٠ۚ Ùَقَدْ سَأَلÙوا Ù…Ùوسَىٰ أَكْبَرَ Ù…Ùنْ ذَٰلÙÙƒÙŽ ÙَقَالÙوا أَرÙنَا اللَّهَ جَهْرَةً ÙَأَخَذَتْهÙم٠الصَّاعÙقَة٠بÙظÙلْمÙÙ‡Ùمْ Ûš Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ اتَّخَذÙوا الْعÙجْلَ Ù…Ùنْ بَعْد٠مَا جَاءَتْهÙم٠الْبَيÙّنَات٠ÙَعَÙَوْنَا عَنْ ذَٰلÙÙƒÙŽ Ûš وَآتَيْنَا Ù…Ùوسَىٰ سÙلْطَانًا Ù…ÙبÙينًا
153. Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

154
وَرَÙَعْنَا ÙَوْقَهÙم٠الطÙّورَ بÙÙ…ÙيثَاقÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙ‚Ùلْنَا Ù„ÙŽÙ‡Ùم٠ادْخÙÙ„Ùوا الْبَابَ سÙجَّدًا ÙˆÙŽÙ‚Ùلْنَا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ لَا تَعْدÙوا ÙÙÙŠ السَّبْت٠وَأَخَذْنَا Ù…ÙنْهÙمْ Ù…Ùيثَاقًا غَلÙيظًا
154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

155
ÙَبÙمَا نَقْضÙÙ‡Ùمْ Ù…ÙيثَاقَهÙمْ ÙˆÙŽÙƒÙÙْرÙÙ‡Ùمْ بÙآيَات٠اللَّه٠وَقَتْلÙÙ‡Ùم٠الْأَنْبÙيَاءَ بÙغَيْر٠حَقÙÙ‘ وَقَوْلÙÙ‡Ùمْ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙنَا غÙلْÙÙŒ Ûš بَلْ طَبَعَ اللَّه٠عَلَيْهَا بÙÙƒÙÙْرÙÙ‡Ùمْ Ùَلَا ÙŠÙؤْمÙÙ†Ùونَ Ø¥Ùلَّا Ù‚ÙŽÙ„Ùيلًا
155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.

156
وَبÙÙƒÙÙْرÙÙ‡Ùمْ وَقَوْلÙÙ‡Ùمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بÙهْتَانًا عَظÙيمًا
156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

157
وَقَوْلÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùنَّا قَتَلْنَا الْمَسÙيحَ عÙيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسÙولَ اللَّه٠وَمَا قَتَلÙوه٠وَمَا صَلَبÙوه٠وَلَٰكÙنْ Ø´ÙبÙّهَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ûš ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ اخْتَلَÙÙوا ÙÙيه٠لَÙÙÙŠ Ø´ÙŽÙƒÙÙ‘ Ù…Ùنْه٠ۚ مَا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ بÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ عÙلْم٠إÙلَّا اتÙّبَاعَ الظَّنÙÙ‘ Ûš وَمَا قَتَلÙوه٠يَقÙينًا
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

158
بَلْ رَÙَعَه٠اللَّه٠إÙلَيْه٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠عَزÙيزًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

159
ÙˆÙŽØ¥Ùنْ Ù…Ùنْ أَهْل٠الْكÙتَاب٠إÙلَّا Ù„ÙŽÙŠÙؤْمÙÙ†ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ بÙه٠قَبْلَ مَوْتÙÙ‡Ù Û– وَيَوْمَ الْقÙيَامَة٠يَكÙون٠عَلَيْهÙمْ Ø´ÙŽÙ‡Ùيدًا
159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

160
ÙَبÙظÙلْم٠مÙÙ†ÙŽ الَّذÙينَ هَادÙوا حَرَّمْنَا عَلَيْهÙمْ Ø·ÙŽÙŠÙّبَات٠أÙØ­Ùلَّتْ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ وَبÙصَدÙّهÙمْ عَنْ سَبÙيل٠اللَّه٠كَثÙيرًا
160. Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

161
وَأَخْذÙÙ‡Ùم٠الرÙّبَا وَقَدْ Ù†ÙÙ‡Ùوا عَنْه٠وَأَكْلÙÙ‡Ùمْ أَمْوَالَ النَّاس٠بÙالْبَاطÙÙ„Ù Ûš وَأَعْتَدْنَا Ù„ÙلْكَاÙÙرÙينَ Ù…ÙنْهÙمْ عَذَابًا Ø£ÙŽÙ„Ùيمًا
161. dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

162
لَٰكÙن٠الرَّاسÙØ®Ùونَ ÙÙÙŠ الْعÙلْم٠مÙنْهÙمْ وَالْمÙؤْمÙÙ†Ùونَ ÙŠÙؤْمÙÙ†Ùونَ بÙمَا Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ø¥Ùلَيْكَ وَمَا Ø£ÙنْزÙÙ„ÙŽ Ù…Ùنْ قَبْلÙÙƒÙŽ Ûš وَالْمÙÙ‚ÙيمÙينَ الصَّلَاةَ Ûš وَالْمÙؤْتÙونَ الزَّكَاةَ وَالْمÙؤْمÙÙ†Ùونَ بÙاللَّه٠وَالْيَوْم٠الْآخÙر٠أÙولَٰئÙÙƒÙŽ سَنÙؤْتÙيهÙمْ أَجْرًا عَظÙيمًا
162. Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

163
Ø¥Ùنَّا أَوْحَيْنَا Ø¥Ùلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا Ø¥Ùلَىٰ Ù†Ùوح٠وَالنَّبÙÙŠÙّينَ Ù…Ùنْ بَعْدÙÙ‡Ù Ûš وَأَوْحَيْنَا Ø¥Ùلَىٰ Ø¥ÙبْرَاهÙيمَ ÙˆÙŽØ¥ÙسْمَاعÙيلَ ÙˆÙŽØ¥Ùسْحَاقَ وَيَعْقÙوبَ وَالْأَسْبَاط٠وَعÙيسَىٰ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙŠÙّوبَ ÙˆÙŽÙŠÙونÙسَ وَهَارÙونَ وَسÙلَيْمَانَ Ûš وَآتَيْنَا دَاوÙودَ زَبÙورًا
163. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma´il, Ishak, Ya´qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

164
وَرÙسÙلًا قَدْ قَصَصْنَاهÙمْ عَلَيْكَ Ù…Ùنْ قَبْل٠وَرÙسÙلًا لَمْ نَقْصÙصْهÙمْ عَلَيْكَ Ûš وَكَلَّمَ اللَّه٠مÙوسَىٰ تَكْلÙيمًا
164. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

165
رÙسÙلًا Ù…ÙبَشÙّرÙينَ ÙˆÙŽÙ…ÙنْذÙرÙينَ Ù„Ùئَلَّا ÙŠÙŽÙƒÙونَ Ù„Ùلنَّاس٠عَلَى اللَّه٠حÙجَّةٌ بَعْدَ الرÙّسÙÙ„Ù Ûš وَكَانَ اللَّه٠عَزÙيزًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
165. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

166
لَٰكÙن٠اللَّه٠يَشْهَد٠بÙمَا أَنْزَلَ Ø¥Ùلَيْكَ Û– أَنْزَلَه٠بÙعÙلْمÙÙ‡Ù Û– وَالْمَلَائÙكَة٠يَشْهَدÙونَ Ûš ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠شَهÙيدًا
166. (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

167
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا وَصَدÙّوا عَنْ سَبÙيل٠اللَّه٠قَدْ ضَلÙّوا ضَلَالًا بَعÙيدًا
167. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

168
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا وَظَلَمÙوا لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙن٠اللَّه٠لÙيَغْÙÙرَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ وَلَا Ù„ÙيَهْدÙÙŠÙŽÙ‡Ùمْ طَرÙيقًا
168. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

169
Ø¥Ùلَّا طَرÙيقَ جَهَنَّمَ خَالÙدÙينَ ÙÙيهَا أَبَدًا Ûš وَكَانَ ذَٰلÙÙƒÙŽ عَلَى اللَّه٠يَسÙيرًا
169. kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

170
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا النَّاس٠قَدْ جَاءَكÙم٠الرَّسÙول٠بÙالْحَقÙÙ‘ Ù…Ùنْ رَبÙّكÙمْ ÙَآمÙÙ†Ùوا خَيْرًا Ù„ÙŽÙƒÙمْ Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ تَكْÙÙرÙوا ÙÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ù„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَالْأَرْض٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠عَلÙيمًا Ø­ÙŽÙƒÙيمًا
170. Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

171
يَا أَهْلَ الْكÙتَاب٠لَا تَغْلÙوا ÙÙÙŠ دÙينÙÙƒÙمْ وَلَا تَقÙولÙوا عَلَى اللَّه٠إÙلَّا الْحَقَّ Ûš Ø¥Ùنَّمَا الْمَسÙيح٠عÙيسَى ابْن٠مَرْيَمَ رَسÙول٠اللَّه٠وَكَلÙمَتÙه٠أَلْقَاهَا Ø¥Ùلَىٰ مَرْيَمَ وَرÙوحٌ Ù…Ùنْه٠ۖ ÙَآمÙÙ†Ùوا بÙاللَّه٠وَرÙسÙÙ„ÙÙ‡Ù Û– وَلَا تَقÙولÙوا ثَلَاثَةٌ Ûš انْتَهÙوا خَيْرًا Ù„ÙŽÙƒÙمْ Ûš Ø¥Ùنَّمَا اللَّه٠إÙلَٰهٌ وَاحÙدٌ Û– سÙبْحَانَه٠أَنْ ÙŠÙŽÙƒÙونَ لَه٠وَلَدٌ Û˜ لَه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠ۗ ÙˆÙŽÙƒÙŽÙَىٰ بÙاللَّه٠وَكÙيلًا
171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

172
لَنْ يَسْتَنْكÙÙÙŽ الْمَسÙيح٠أَنْ ÙŠÙŽÙƒÙونَ عَبْدًا Ù„Ùلَّه٠وَلَا الْمَلَائÙكَة٠الْمÙقَرَّبÙونَ Ûš وَمَنْ يَسْتَنْكÙÙÙ’ عَنْ عÙبَادَتÙه٠وَيَسْتَكْبÙرْ ÙَسَيَحْشÙرÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùلَيْه٠جَمÙيعًا
172. Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

173
Ùَأَمَّا الَّذÙينَ آمَنÙوا وَعَمÙÙ„Ùوا الصَّالÙحَات٠ÙÙŽÙŠÙÙˆÙŽÙÙّيهÙمْ Ø£ÙجÙورَهÙمْ وَيَزÙيدÙÙ‡Ùمْ Ù…Ùنْ ÙَضْلÙÙ‡Ù Û– وَأَمَّا الَّذÙينَ اسْتَنْكَÙÙوا وَاسْتَكْبَرÙوا ÙÙŽÙŠÙعَذÙّبÙÙ‡Ùمْ عَذَابًا Ø£ÙŽÙ„Ùيمًا وَلَا يَجÙدÙونَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ù…Ùنْ دÙون٠اللَّه٠وَلÙيًّا وَلَا نَصÙيرًا
173. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.

174
يَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا النَّاس٠قَدْ جَاءَكÙمْ بÙرْهَانٌ Ù…Ùنْ رَبÙّكÙمْ وَأَنْزَلْنَا Ø¥ÙلَيْكÙمْ Ù†Ùورًا Ù…ÙبÙينًا
174. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

175
Ùَأَمَّا الَّذÙينَ آمَنÙوا بÙاللَّه٠وَاعْتَصَمÙوا بÙÙ‡Ù ÙَسَيÙدْخÙÙ„ÙÙ‡Ùمْ ÙÙÙŠ رَحْمَة٠مÙنْه٠وَÙَضْل٠وَيَهْدÙيهÙمْ Ø¥Ùلَيْه٠صÙرَاطًا Ù…ÙسْتَقÙيمًا
175. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

176
يَسْتَÙْتÙونَكَ Ù‚Ùل٠اللَّه٠يÙÙْتÙيكÙمْ ÙÙÙŠ الْكَلَالَة٠ۚ Ø¥Ùن٠امْرÙؤٌ Ù‡ÙŽÙ„ÙŽÙƒÙŽ لَيْسَ لَه٠وَلَدٌ وَلَه٠أÙخْتٌ Ùَلَهَا Ù†ÙصْÙ٠مَا تَرَكَ Ûš ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ يَرÙØ«Ùهَا Ø¥Ùنْ لَمْ ÙŠÙŽÙƒÙنْ لَهَا وَلَدٌ Ûš ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَتَا اثْنَتَيْن٠ÙÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ùمَا الثÙّلÙثَان٠مÙمَّا تَرَكَ Ûš ÙˆÙŽØ¥Ùنْ كَانÙوا Ø¥Ùخْوَةً رÙجَالًا ÙˆÙŽÙ†Ùسَاءً ÙÙŽÙ„Ùلذَّكَر٠مÙثْل٠حَظÙÙ‘ الْأÙنْثَيَيْن٠ۗ ÙŠÙبَيÙّن٠اللَّه٠لَكÙمْ أَنْ تَضÙÙ„Ùّوا Û— وَاللَّه٠بÙÙƒÙÙ„ÙÙ‘ شَيْء٠عَلÙيمٌ
176. Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Pujangga Cinta